VIRUS KOMPUTER
PENEGERTIAN
Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.
TIPE TIPE VIRUS
Malware
Malware (Malicious Software) adalah program yang didesain untuk mengganggu operasi komputer, mengumpulkan informasi-informasi sensitif, ataupun mengakses ke dalam sistem komputer tanpa izin. Terdiri atas virus computer, worms, trojan horses, joke programs dan malicious toolkits.
Worm
Worm adalah program independen yang memiliki kemampuan untuk bereplikasi (memperbanyak) dengan sendirinya.
Worm tidak menginfeksi program lainnya (host program) sebagaimana virus untuk ditumpangi. Ia membuat copy/duplikat dirinya sendiri dan menginfeksi sistem komputer lainnya (biasanya menggunakan hubungan jaringan) tetapi tidak mengkaitkan dirinya dengan program lainnya, akan tetapi sebuah worm dapat mengubah atau merusak file dan program.
Trojan Horse
Trojan horse adalah replika atau duplikat virus yang merupakan program independen yang kelihatan berguna akan tetapi ketika dieksekusi, tanpa sepengetahuan pengguna (user), program tersebut juga menjalankan fungsi-fungsi yang bersifat merusak (destruktif). Sifat trojan adalah mengkontrol computer secara otomatis. Misalnya computer yang dimasuki trojan email. Trojan dimasukan dalam RATS (remote access trojans) dimana sebuah computer dikontrol oleh program tertentu, bahkan beberapa trojan difungsikan membuka computer agar dapat dimasuki oleh computer dan diaccess dari jauh.
Spyware
Spyware adalah program yang mengumpulkan dan mengirim informasi tentang pengguna komputer tanpa diketahui oleh si pengguna (user) itu. Informasinya bisa yang tidak terlampau berbahaya seperti pola berkomputer, terutama berinternet, seseorang sampai yang berbahaya seperti nomor kartu kredit, PIN untuk perbankan elektronik (e-banking) dan password suatu account.
KLASIFIKASI VIRUS
1. Virus Makro
virus yang di buat dan di tanamkan pada sebuah file tertentu yang mendukung bahasa pemprograman pada aplikasinya. Misal Msword, MsExel, dll, dengan demikian virus bakal berjalan ketika sebuah aplikasi pembuka file tertentu tersebut membuka file yang ditanami virus makro.
2. Virus Boot Sector
Virus ini adalah virus yang paling umum virus ini berkembang biak pada komputer korban dengan memindahkan boot asli dengan booting virus,sehingga virus berjalan ketika komputer meload Sistem operasinya.
3. Virus Polimorphic
Virus ini tergolong canggih virus yang dimasukkan dalam category ini mampu merubah sifat dan bentuknya . Sehingga sulit di kenali antivirus , misal merubah ceksum dirinya, merubah ikon dirinya, merubah cara kerjanya, menghasilkan nilai-nilai acak pada registry,dll.
4. Virus Stealth
Virus yang menguasai tabel interrupt pada DOS. Virus ini berkemampuan untuk mengendalikan instruksi-instruksi level DOS dan biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya.
5. Virus Multi Partisi
Virus ini dapat menginfeksi boot sectors
6. Virus file
Virus yang dapat menginfeksi suatu file misalnya exe,com,scr,doc,dll
7. Virus Sistem
Virus sistem merupakan virus yang memanfaatkan file,file yang dipakai pada sistem komputer . Contohnya adalah file yang berektensi SYS, .COM.
8. Virus Hybrid
Virus ini merupakan virus yang mempunyai dua kemampuan biasanya dapat masuk ke boot sector dan juga dapat masuk ke file. Salah satu contoh virus ini adalah virus Mystic yang di buat di indonesia.
9. Virus Registry
Virus ini menginfeksi operating sistem yang menggunakanWindows biasanya akan menggandakan infeksi dan manipulasi pada bagian registry windows sebab registry adalah tempat menampung seluruh informasi komputer baik hardware maupun software Sehingga setiap kali kita menjalankan windows maka virus akan di jalankan oleh registry tersebut.
10.Virus Program Aplikasi
Virus ini merupakan virus Makro, menginfeksi pada data suatu program aplikasi tertentu. Virus ini baru akan bereaksi apabila kita menjalankan program aplikasi tersebut dan membuka data yang mengandung virus.
ANTIVIRUS
1. AVG
2. AVIRA
3. SMADAV
4. ESET
Sabtu, 11 April 2015
Sabtu, 04 April 2015
TEKNIK DASAR KRIPTOGRAFI
TEKNIK DASAR KRIPTOGRAFI
Teknik Dasar Kriptografi Terbagi 5 Jenis, yaitu :
1. Substitusi
2. Blocking
3. Permutasi
4. Ekspansi
5. Pemampatan
Lanjut Ke penjelasan Dan Contohnya :
1. SUBSTITUSI
Dalam kriptografi, sandi substitusi adalah jenis metode enkripsi dimana setiap satuan pada teks terang digantikan oleh teks tersandi dengan sistem yang teratur. Metode penyandian substitusi telah dipakai dari zaman dulu (kriptografi klasik) hingga kini (kriptografi modern),
Langkah pertama adalah membuat suatu tabel substitusi. Tabel substitusi dapat dibuat sesuka hati, dengan catatan bahwa penerima pesan memiliki tabel yang sama untuk keperluan decrypt. Bila tabel substitusi dibuat secara acak, akan semakin sulit pemecahanciphertext oleh orang yang tidak berhak.
Metode ini dilakukan dengan mengganti setiap huruf dari teks asli dengan huruf lain sebagai huruf sandi yang telah didefinisikan sebelumnya oleh algoritma kunci.
Contoh:
Metode Penyandian Substitusi Sederhana
2. BLOCKING
Sistem enkripsi ini terkadang membagi plaintext menjadi beberapa blok yang terdiri dari beberapa karakter, kemudian di enkripsikan secara independen.
Caranya :
Plaintext dituliskan secara vertikal ke bawah berurutan pada lajur, dan dilanjutkan pada kolom berikutnya sampai seluruhnya tertulis. Ciphertext-nya adalah hasil pembacaan plaintext secara horizontal berurutan sesuai dengan blok-nya.
Contoh :
3. PERMUTASI
Salah satu teknik enkripsi yang terpenting adalah permutasi atau sering juga disebut transposisi. Teknik ini memindahkan atau merotasikan karakter dengan aturan tertentu. Prinsipnya adalah berlawanan dengan teknik substitusi. Dalam teknik substitusi, karakter berada pada posisi yang tetap tapi identitasnya yang diacak. Pada teknik permutasi, identitas karakternya tetap, namun posisinya yang diacak.
Caranya
Sebelum dilakukan permutasi, umumnya plaintext terlebih dahulu dibagi menjadi blok-blok dengan panjang yang sama.
Plaintext akan dibagi menjadi blok-blok yang terdiri dari 6 karakter, dengan aturan permutasi, sebagai berikut :
4. EKSPANSI
Suatu metode sederhana untuk mengacak pesan adalah dengan memelarkan pesan itu dengan aturan tertentu. Salah satu contoh penggunaan teknik ini adalah dengan meletakkan huruf konsonan atau bilangan ganjil yang menjadi awal dari suatu kata di akhir kata itu dan menambahkan akhiran “an”. Jika suatu kata dimulai dengan huruf vokal atau bilangan genap, ditambahkan akhiran “i”.
Contoh :
Teknik Dasar Kriptografi Terbagi 5 Jenis, yaitu :
1. Substitusi
2. Blocking
3. Permutasi
4. Ekspansi
5. Pemampatan
Lanjut Ke penjelasan Dan Contohnya :
1. SUBSTITUSI
Dalam kriptografi, sandi substitusi adalah jenis metode enkripsi dimana setiap satuan pada teks terang digantikan oleh teks tersandi dengan sistem yang teratur. Metode penyandian substitusi telah dipakai dari zaman dulu (kriptografi klasik) hingga kini (kriptografi modern),
Langkah pertama adalah membuat suatu tabel substitusi. Tabel substitusi dapat dibuat sesuka hati, dengan catatan bahwa penerima pesan memiliki tabel yang sama untuk keperluan decrypt. Bila tabel substitusi dibuat secara acak, akan semakin sulit pemecahanciphertext oleh orang yang tidak berhak.
Metode ini dilakukan dengan mengganti setiap huruf dari teks asli dengan huruf lain sebagai huruf sandi yang telah didefinisikan sebelumnya oleh algoritma kunci.
Contoh:
Metode Penyandian Substitusi Sederhana
2. BLOCKING
Sistem enkripsi ini terkadang membagi plaintext menjadi beberapa blok yang terdiri dari beberapa karakter, kemudian di enkripsikan secara independen.
Caranya :
Plaintext dituliskan secara vertikal ke bawah berurutan pada lajur, dan dilanjutkan pada kolom berikutnya sampai seluruhnya tertulis. Ciphertext-nya adalah hasil pembacaan plaintext secara horizontal berurutan sesuai dengan blok-nya.
Contoh :
3. PERMUTASI
Salah satu teknik enkripsi yang terpenting adalah permutasi atau sering juga disebut transposisi. Teknik ini memindahkan atau merotasikan karakter dengan aturan tertentu. Prinsipnya adalah berlawanan dengan teknik substitusi. Dalam teknik substitusi, karakter berada pada posisi yang tetap tapi identitasnya yang diacak. Pada teknik permutasi, identitas karakternya tetap, namun posisinya yang diacak.
Caranya
Sebelum dilakukan permutasi, umumnya plaintext terlebih dahulu dibagi menjadi blok-blok dengan panjang yang sama.
Plaintext akan dibagi menjadi blok-blok yang terdiri dari 6 karakter, dengan aturan permutasi, sebagai berikut :
4. EKSPANSI
Suatu metode sederhana untuk mengacak pesan adalah dengan memelarkan pesan itu dengan aturan tertentu. Salah satu contoh penggunaan teknik ini adalah dengan meletakkan huruf konsonan atau bilangan ganjil yang menjadi awal dari suatu kata di akhir kata itu dan menambahkan akhiran “an”. Jika suatu kata dimulai dengan huruf vokal atau bilangan genap, ditambahkan akhiran “i”.
Contoh :
5. PEMAMPATAN
Mengurangi panjang pesan atau jumlah bloknya dengan cara lain untuk menyembunyikan isi pesan.
Contoh sederhana ini menggunakan cara menghilangkan setiap karakter ke-tiga secara berurutan. Karakter-karakter yang dihilangkan disatukan kembali dan disusulkan sebagai “lampiran” dari pesan utama, dengan diawali oleh suatu karakter khusus, dalam contoh ini menggunakan ” * “.
Mengurangi panjang pesan atau jumlah bloknya dengan cara lain untuk menyembunyikan isi pesan.
Contoh sederhana ini menggunakan cara menghilangkan setiap karakter ke-tiga secara berurutan. Karakter-karakter yang dihilangkan disatukan kembali dan disusulkan sebagai “lampiran” dari pesan utama, dengan diawali oleh suatu karakter khusus, dalam contoh ini menggunakan ” * “.
Contoh :
PENGERTIAN KRIPTOGRAFI
Kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. Menurut Bruce Scheiner dalam bukunya "Applied Cryptography", kriptografi adalah ilmu pengetahuan dan seni menjaga message-message agar tetap aman (secure).
Kriptografi adalah cabang dari ilmu matematika yang memiliki banyak fungsi dalam
pengamanan data. Kriptografi adalah proses mengambil pesan/message dan menggunakan
beberapa fungsi untuk menggenerasi materi kriptografis (sebuah digest atau
message terenkripsi).
Kriptografi, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita [bruce Schneier - Applied Cryptography]. Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data [A. Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone - Handbook of Applied Cryptography]. Tidak semua aspek keamanan informasi ditangani oleh kriptografi.
Ada empat tujuan mendasar dari ilmu kriptografi ini yang juga merupakan aspek keamanan informasi yaitu :
• Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas atau kunci rahasia untuk membuka/mengupas informasi yang telah disandi.
• Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidaksah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.
• Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi/pengenalan, baik secara kesatuansistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain.
• Non-repudiasi., atau nirpenyangkalan adalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat.
Konsep kriptografi sendiri telah lama digunakan oleh manusia misalnya pada peradaban Mesir dan Romawi walau masih sangat sederhana. Prinsip-prinsip yang mendasari kriptografi yakni:
Confidelity (kerahasiaan) yaitu layanan agar isi pesan yang dikirimkan tetap rahasia dan tidak diketahui oleh pihak lain (kecuali pihak pengirim, pihak penerima / pihak-pihak memiliki ijin). Umumnya hal ini dilakukan dengan cara membuat suatu algoritma matematis yang mampu mengubah data hingga menjadi sulit untuk dibaca dan dipahami.
Data integrity (keutuhan data) yaitu layanan yang mampu mengenali/mendeteksi adanya manipulasi (penghapusan, pengubahan atau penambahan) data yang tidak sah (oleh pihak lain).
Authentication (keotentikan) yaitu layanan yang berhubungan dengan identifikasi. Baik otentikasi pihak-pihak yang terlibat dalam pengiriman data maupun otentikasi keaslian data/informasi.
Non-repudiation (anti-penyangkalan) yaitu layanan yang dapat mencegah suatu pihak untuk menyangkal aksi yang dilakukan sebelumnya (menyangkal bahwa pesan tersebut berasal dirinya).
Berbeda dengan kriptografi klasik yang menitikberatkan kekuatan pada kerahasiaan algoritma yang digunakan (yang artinya apabila algoritma yang digunakan telah diketahui maka pesan sudah jelas "bocor" dan dapat diketahui isinya oleh siapa saja yang mengetahui algoritma tersebut), kriptografi modern lebih menitikberatkan pada kerahasiaan kunci yang digunakan pada algoritma tersebut (oleh pemakainya) sehingga algoritma tersebut dapat saja disebarkan ke kalangan masyarakat tanpa takut kehilangan kerahasiaan bagi para pemakainya.
Berikut adalah istilah-istilah yang digunakan dalam bidang kriptografi :
Plaintext (M) adalah pesan yang hendak dikirimkan (berisi data asli).
Ciphertext (C) adalah pesan ter-enkrip (tersandi) yang merupakan hasil enkripsi.
Enkripsi (fungsi E) adalah proses pengubahan plaintext menjadi ciphertext.
Dekripsi (fungsi D) adalah kebalikan dari enkripsi yakni mengubah ciphertext menjadi plaintext, sehingga berupa data awal/asli.
Kunci adalah suatu bilangan yang dirahasiakan yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi.
Kriptografi itu sendiri terdiri dari dua proses utama yakni proses enkripsi dan proses dekripsi. Seperti yang telah dijelaskan di atas, proses enkripsi mengubah plaintext menjadi ciphertext (dengan menggunakan kunci tertentu) sehingga isi informasi pada pesan tersebut sukar dimengerti
KRIPTOGRAFI CAESAR
Salah satu kriptografi yang paling tua dan paling sederhana adalah kriptogtafi Caesar. Menurut sejarah, ini adalah cara Julius Caesar mengirimkan surat cinta kepada kekasihnya Cleopatra. Dalam kriptografi Caesar, maka setiap huruf akan dituliskan dalam huruf lain hasil pergeseran 3 buah huruf. Kriptografi Caesar ini adalah kriptografi substitusi karena setiap huruf akan digantikan huruf lain.
Sebagai contoh, huruf A akan digeser 3 huruf menjadi huruf D, B akan digeser 3 huruf menjadi E, J akan digeser menjadi M, O akan menjadi R dan seterusnya. Pergeseran ini juga berputar kembali ke awal abjad sehingga sesudah huruf Z diikuti kembali oleh huruf A. Kriptografi Caesar ini dikenal sebagai monoalphabetic substitution cipher karena satu huruf tertentu pasti akan berubah menjadi huruf tertentu yang lain.
Kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. Menurut Bruce Scheiner dalam bukunya "Applied Cryptography", kriptografi adalah ilmu pengetahuan dan seni menjaga message-message agar tetap aman (secure).
Kriptografi adalah cabang dari ilmu matematika yang memiliki banyak fungsi dalam
pengamanan data. Kriptografi adalah proses mengambil pesan/message dan menggunakan
beberapa fungsi untuk menggenerasi materi kriptografis (sebuah digest atau
message terenkripsi).
Kriptografi, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita [bruce Schneier - Applied Cryptography]. Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data [A. Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone - Handbook of Applied Cryptography]. Tidak semua aspek keamanan informasi ditangani oleh kriptografi.
Ada empat tujuan mendasar dari ilmu kriptografi ini yang juga merupakan aspek keamanan informasi yaitu :
• Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas atau kunci rahasia untuk membuka/mengupas informasi yang telah disandi.
• Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidaksah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.
• Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi/pengenalan, baik secara kesatuansistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain.
• Non-repudiasi., atau nirpenyangkalan adalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat.
Konsep kriptografi sendiri telah lama digunakan oleh manusia misalnya pada peradaban Mesir dan Romawi walau masih sangat sederhana. Prinsip-prinsip yang mendasari kriptografi yakni:
Confidelity (kerahasiaan) yaitu layanan agar isi pesan yang dikirimkan tetap rahasia dan tidak diketahui oleh pihak lain (kecuali pihak pengirim, pihak penerima / pihak-pihak memiliki ijin). Umumnya hal ini dilakukan dengan cara membuat suatu algoritma matematis yang mampu mengubah data hingga menjadi sulit untuk dibaca dan dipahami.
Data integrity (keutuhan data) yaitu layanan yang mampu mengenali/mendeteksi adanya manipulasi (penghapusan, pengubahan atau penambahan) data yang tidak sah (oleh pihak lain).
Authentication (keotentikan) yaitu layanan yang berhubungan dengan identifikasi. Baik otentikasi pihak-pihak yang terlibat dalam pengiriman data maupun otentikasi keaslian data/informasi.
Non-repudiation (anti-penyangkalan) yaitu layanan yang dapat mencegah suatu pihak untuk menyangkal aksi yang dilakukan sebelumnya (menyangkal bahwa pesan tersebut berasal dirinya).
Berbeda dengan kriptografi klasik yang menitikberatkan kekuatan pada kerahasiaan algoritma yang digunakan (yang artinya apabila algoritma yang digunakan telah diketahui maka pesan sudah jelas "bocor" dan dapat diketahui isinya oleh siapa saja yang mengetahui algoritma tersebut), kriptografi modern lebih menitikberatkan pada kerahasiaan kunci yang digunakan pada algoritma tersebut (oleh pemakainya) sehingga algoritma tersebut dapat saja disebarkan ke kalangan masyarakat tanpa takut kehilangan kerahasiaan bagi para pemakainya.
Berikut adalah istilah-istilah yang digunakan dalam bidang kriptografi :
Plaintext (M) adalah pesan yang hendak dikirimkan (berisi data asli).
Ciphertext (C) adalah pesan ter-enkrip (tersandi) yang merupakan hasil enkripsi.
Enkripsi (fungsi E) adalah proses pengubahan plaintext menjadi ciphertext.
Dekripsi (fungsi D) adalah kebalikan dari enkripsi yakni mengubah ciphertext menjadi plaintext, sehingga berupa data awal/asli.
Kunci adalah suatu bilangan yang dirahasiakan yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi.
Kriptografi itu sendiri terdiri dari dua proses utama yakni proses enkripsi dan proses dekripsi. Seperti yang telah dijelaskan di atas, proses enkripsi mengubah plaintext menjadi ciphertext (dengan menggunakan kunci tertentu) sehingga isi informasi pada pesan tersebut sukar dimengerti
KRIPTOGRAFI CAESAR
Salah satu kriptografi yang paling tua dan paling sederhana adalah kriptogtafi Caesar. Menurut sejarah, ini adalah cara Julius Caesar mengirimkan surat cinta kepada kekasihnya Cleopatra. Dalam kriptografi Caesar, maka setiap huruf akan dituliskan dalam huruf lain hasil pergeseran 3 buah huruf. Kriptografi Caesar ini adalah kriptografi substitusi karena setiap huruf akan digantikan huruf lain.
Sebagai contoh, huruf A akan digeser 3 huruf menjadi huruf D, B akan digeser 3 huruf menjadi E, J akan digeser menjadi M, O akan menjadi R dan seterusnya. Pergeseran ini juga berputar kembali ke awal abjad sehingga sesudah huruf Z diikuti kembali oleh huruf A. Kriptografi Caesar ini dikenal sebagai monoalphabetic substitution cipher karena satu huruf tertentu pasti akan berubah menjadi huruf tertentu yang lain.
Jumat, 20 Maret 2015
ASPEK KEAMANAN KOMPUTER
ASPEK KEAMANAN MENURUT GARFINKEL
Menurut dari Simson Garfinkel "PGP : Pretty Good Privacy", O'Reilly & Associ-ates, Inc, 1995 bahwa keamanan komputer dapat dibedakan menjadi, antara lain :
• Privacy / Confidentiality
Yaitu menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses, yang dimana lebih ke arah data-data yang bersifat privat, contohnya : Email seorang pemakai (user) tidak boleh dibaca oleh administrator. Sedangkan Confidentiality berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut. Contohnya : data-data yang sifatnya pribadi (seperti nama, tempat tanggal lahir, social security number,agama, status perkawinan, penyakit yang pernah diderita, nomor kartu kredit dan sebagainya) harus dapat diproteksi dalam penggunaan dan penyebarannya. Adapun bentuk serangan dalam bentuk usaha penyadapan (dengan program Sniffer), sedangkan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy dan confidentiality adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi.
• Integrity
Yaitu informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi. Contohnya : E-mail di Intercept ditengah jalan, diubah isinya, kemudian diteruskan kealamat yang dituju. Adapun bentuk serangan yang dilakukan adanya virus, trojan horse atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin, "Man in the middle attack" dimana seseorang menempatkan diri ditengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.
• Authentication
Yaitu metode untuk menyatakan bahwa informasi betul-betul asli atau orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud. Dapat menggunakan dukungan tools yang membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermaking (untuk menjaga "Intellectual Property" yaitu dengan menandai dokumen atau hasil karya dengan "tanda tangan" pembuat) dan digital signature. Acces Control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang dapat mengakses informasi. User harus menggunakan password, biometric (ciri-ciri khas orang) dna sejenisnya.
• Avaibility
Yaitu behubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan. Adapun ancaman yang dapat terjadi meliputi : Denial Of Service Attack (DoS Attack) dimana server dikirimi permintaan (biasanya palsu) yang bertubi-tubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down, hang, crash.
ASPEK KETIDAKAMANAN
Interruption
Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
Interception
Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
Modification
Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada filedata, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
Fabrication
Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem.
Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.
MACAM MACAM JENIS SERANGAN
1. Virus
Mungkin sebagian besar dari kita sudah mengenal jenis serangan ini. Berkat internet, virus bisa menyebar dan berkembang biak dengan kecepatan tinggi. Jika dulu penyebaran virus masih dalam hitungan bulan, kini virus bisa menyebar hanya dalam hitungan jam. Selain melalui media internet, virus juga bisa menduplikasikan diri kedalam perangkat media penyimpanan seperti disket, CD ROM, usb flashdisk, atau kartu memori. Virus terdiri dari 3 jenis, yaitu file virus, partition virus, dan network virus. File dan partition virus adalah virus paling awal dibuat, sedangkan network virus dibuat dengan tujuan untuk melumpuhkan jaringan komputer.
2. Spyware
Meskipun memiliki tingkat serangan yang lebih rendah dibandingkan dengan virus, spyware tetap harus diwaspadai. Sebab spyware dapat mencuri data-data penting yang ada di komputer kita, tanpa kita sadari. Oleh karenanya jangan heran jika alamat email, nomor kartu kredit yang tersimpan dalam harddisk bisa berpindah tangan tanpa sepengetahuan kita. jalur internet adalah media utama dalam penyebaran spyware.
3. Worm
Worm merupakan sebuah program komputer kecil yang bisa menyebar tanpa harus menumpang pada file tertentu (independen). Media penyebarannya melalui jaringan, baik lokal maupun internet. Beberapa worm dibuat untuk melumpuhkan jaringan, tapi ada juga yang dibuat untuk mengambil data dan menghapus file.
4. RootKit
Rootkit pada awalnya bukan sebuah program yang berbahaya, karena diciptakan untuk melindungi hak paten bagi produk hiburan digital seperti CD Audio dan DVD. Hanya saja seiring berjalannya waktu, rootkit disalahgunakan pihak tertentu untuk meraup keuntungan. Rootkit yang sudah dimodifikasi bisa masuk kedalam sistem operasi dengan hak akses administrator. Akibatnya, pemilik rootkit memiliki kontrol penuh terhadap komputer korbannya. Bahayanya lagi, rootkit ini dapat menyamar sebagai modul, driver, atau bagian lain dalam sistem operasi. Rootkit bisa bekerja dihampir semua jenis sistem operasi mulai dari Microsoft Windows, Linux, MacOS, dan Solaris.
5. Spam
Spam sebenarnya tidak berbahaya, selama tidak ditumpangi oleh virus atau file berbahaya lain. Serangan yang datang melalui email ini umumnya digunakan untuk menyebarkan informasi produk dan kegiatan bisnis. Hanya saja jika terlampau banyak, hal ini akan mengganggu lalu lintas email.
6. Phising
Phising bisa dikatakan sebagai bentuk penipuan. Ini karena phising sangat mudah dibuat, tetapi dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Untuk membuat phising tidak diperlukan keahlian dalam menjebol sistem yang canggih, tapi cukup memahami apa yang disebut dengan social engineering, atau kelemahan orang saat menginterpretasikan sebuah informasi dikomputer. Kasus phising yang pernah populer adalah kasus penyamaran domain "klikbca" beberapa tahun lalu. Dengan memanfaatkan salah persepsi orang tenang kata "klikbaca" (clickbca, klik-bca, dan lain lain), pembuat phising dapat dengan mudah menjebak korbannya kedalam situs palsu.
7. Denial of Service (DoS)
Dos atau lebih dikenal dengan istilah "Ping of Death' merupakan serangan massal yang sulit ditangkal, sebab serangan ini menggunakan komponen legal yang biasa dipakai dalam jaringan komputer, salah satunya protokol ICMP (Internet Control Message Protocol). DoS disebut serangan massal karena melibatkan banyak terminal yang diperintahkan untuk mengirim data sebanyak mungkin keterminal tertentu. Terminal data juga kadang tidak menyadari bahwa dirinya sudah dijadikann alat untuk menyerang terminal lain, karena sudah ditanami program tersembunyi seperti worm.
8. Man-in-The-Middle (MITM) Attack
Serangan ini sering terjadi pada pengguna internet yang tidak mengamankan jalur komunikasinya saat mengirim data penting. Sesuai namanya Man-in-The-Middle merupakan serangan dengan cara "mendengarkan" data yang lewat saat 2 terminal sedang melakukan komunikasi. Celakanya lagi kedua terminal tadi tidak menyadari adanya pihak ketiga ditengah jalur komunikasi mereka.
Dari beberapa jenis serangan diatas, dapat dikatakan bahwa serangan saat ini hampir semuanya menggunakan jaringan sebagai media kerjanya. Dengan kata lain, jika kita adalah seorang yang intens menggunakan jaringan maka sekarang saatnya mengamankan sistem komputer. Jika kita pengguna Windows, manfaatkan semaksimal mungkin semua fasilitas keamanan yang disediakan, antara lain : windows defender, anti-spam pada windows mail, anti-phising, windows firewall, dan network access protection (NAP). Sedangkan jika kita pengguna linux, tips berikut akan cukup membantu, diantaranya : amankan modus single user, matikan layanan (service) yang tidak digunakan, aktifkan firewall, aktifkan SELinuk, dan selalu update sistem.
http://www.erdisusanto.com/2013/03/aspek-aspek-keamanan-komputer-menurut.html
http://adaapamey.blogspot.com/2009/07/sistem-keamanan-komputer.html
http://www.ekurniawan.net/it-articles/security/146-jenis-jenis-serangan-pada-sistem-komputer.html
Menurut dari Simson Garfinkel "PGP : Pretty Good Privacy", O'Reilly & Associ-ates, Inc, 1995 bahwa keamanan komputer dapat dibedakan menjadi, antara lain :
• Privacy / Confidentiality
Yaitu menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses, yang dimana lebih ke arah data-data yang bersifat privat, contohnya : Email seorang pemakai (user) tidak boleh dibaca oleh administrator. Sedangkan Confidentiality berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut. Contohnya : data-data yang sifatnya pribadi (seperti nama, tempat tanggal lahir, social security number,agama, status perkawinan, penyakit yang pernah diderita, nomor kartu kredit dan sebagainya) harus dapat diproteksi dalam penggunaan dan penyebarannya. Adapun bentuk serangan dalam bentuk usaha penyadapan (dengan program Sniffer), sedangkan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy dan confidentiality adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi.
• Integrity
Yaitu informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi. Contohnya : E-mail di Intercept ditengah jalan, diubah isinya, kemudian diteruskan kealamat yang dituju. Adapun bentuk serangan yang dilakukan adanya virus, trojan horse atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin, "Man in the middle attack" dimana seseorang menempatkan diri ditengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.
• Authentication
Yaitu metode untuk menyatakan bahwa informasi betul-betul asli atau orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud. Dapat menggunakan dukungan tools yang membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermaking (untuk menjaga "Intellectual Property" yaitu dengan menandai dokumen atau hasil karya dengan "tanda tangan" pembuat) dan digital signature. Acces Control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang dapat mengakses informasi. User harus menggunakan password, biometric (ciri-ciri khas orang) dna sejenisnya.
• Avaibility
Yaitu behubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan. Adapun ancaman yang dapat terjadi meliputi : Denial Of Service Attack (DoS Attack) dimana server dikirimi permintaan (biasanya palsu) yang bertubi-tubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down, hang, crash.
ASPEK KETIDAKAMANAN
Interruption
Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
Interception
Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
Modification
Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada filedata, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
Fabrication
Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem.
Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.
MACAM MACAM JENIS SERANGAN
1. Virus
Mungkin sebagian besar dari kita sudah mengenal jenis serangan ini. Berkat internet, virus bisa menyebar dan berkembang biak dengan kecepatan tinggi. Jika dulu penyebaran virus masih dalam hitungan bulan, kini virus bisa menyebar hanya dalam hitungan jam. Selain melalui media internet, virus juga bisa menduplikasikan diri kedalam perangkat media penyimpanan seperti disket, CD ROM, usb flashdisk, atau kartu memori. Virus terdiri dari 3 jenis, yaitu file virus, partition virus, dan network virus. File dan partition virus adalah virus paling awal dibuat, sedangkan network virus dibuat dengan tujuan untuk melumpuhkan jaringan komputer.
2. Spyware
Meskipun memiliki tingkat serangan yang lebih rendah dibandingkan dengan virus, spyware tetap harus diwaspadai. Sebab spyware dapat mencuri data-data penting yang ada di komputer kita, tanpa kita sadari. Oleh karenanya jangan heran jika alamat email, nomor kartu kredit yang tersimpan dalam harddisk bisa berpindah tangan tanpa sepengetahuan kita. jalur internet adalah media utama dalam penyebaran spyware.
3. Worm
Worm merupakan sebuah program komputer kecil yang bisa menyebar tanpa harus menumpang pada file tertentu (independen). Media penyebarannya melalui jaringan, baik lokal maupun internet. Beberapa worm dibuat untuk melumpuhkan jaringan, tapi ada juga yang dibuat untuk mengambil data dan menghapus file.
4. RootKit
Rootkit pada awalnya bukan sebuah program yang berbahaya, karena diciptakan untuk melindungi hak paten bagi produk hiburan digital seperti CD Audio dan DVD. Hanya saja seiring berjalannya waktu, rootkit disalahgunakan pihak tertentu untuk meraup keuntungan. Rootkit yang sudah dimodifikasi bisa masuk kedalam sistem operasi dengan hak akses administrator. Akibatnya, pemilik rootkit memiliki kontrol penuh terhadap komputer korbannya. Bahayanya lagi, rootkit ini dapat menyamar sebagai modul, driver, atau bagian lain dalam sistem operasi. Rootkit bisa bekerja dihampir semua jenis sistem operasi mulai dari Microsoft Windows, Linux, MacOS, dan Solaris.
5. Spam
Spam sebenarnya tidak berbahaya, selama tidak ditumpangi oleh virus atau file berbahaya lain. Serangan yang datang melalui email ini umumnya digunakan untuk menyebarkan informasi produk dan kegiatan bisnis. Hanya saja jika terlampau banyak, hal ini akan mengganggu lalu lintas email.
6. Phising
Phising bisa dikatakan sebagai bentuk penipuan. Ini karena phising sangat mudah dibuat, tetapi dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Untuk membuat phising tidak diperlukan keahlian dalam menjebol sistem yang canggih, tapi cukup memahami apa yang disebut dengan social engineering, atau kelemahan orang saat menginterpretasikan sebuah informasi dikomputer. Kasus phising yang pernah populer adalah kasus penyamaran domain "klikbca" beberapa tahun lalu. Dengan memanfaatkan salah persepsi orang tenang kata "klikbaca" (clickbca, klik-bca, dan lain lain), pembuat phising dapat dengan mudah menjebak korbannya kedalam situs palsu.
7. Denial of Service (DoS)
Dos atau lebih dikenal dengan istilah "Ping of Death' merupakan serangan massal yang sulit ditangkal, sebab serangan ini menggunakan komponen legal yang biasa dipakai dalam jaringan komputer, salah satunya protokol ICMP (Internet Control Message Protocol). DoS disebut serangan massal karena melibatkan banyak terminal yang diperintahkan untuk mengirim data sebanyak mungkin keterminal tertentu. Terminal data juga kadang tidak menyadari bahwa dirinya sudah dijadikann alat untuk menyerang terminal lain, karena sudah ditanami program tersembunyi seperti worm.
8. Man-in-The-Middle (MITM) Attack
Serangan ini sering terjadi pada pengguna internet yang tidak mengamankan jalur komunikasinya saat mengirim data penting. Sesuai namanya Man-in-The-Middle merupakan serangan dengan cara "mendengarkan" data yang lewat saat 2 terminal sedang melakukan komunikasi. Celakanya lagi kedua terminal tadi tidak menyadari adanya pihak ketiga ditengah jalur komunikasi mereka.
Dari beberapa jenis serangan diatas, dapat dikatakan bahwa serangan saat ini hampir semuanya menggunakan jaringan sebagai media kerjanya. Dengan kata lain, jika kita adalah seorang yang intens menggunakan jaringan maka sekarang saatnya mengamankan sistem komputer. Jika kita pengguna Windows, manfaatkan semaksimal mungkin semua fasilitas keamanan yang disediakan, antara lain : windows defender, anti-spam pada windows mail, anti-phising, windows firewall, dan network access protection (NAP). Sedangkan jika kita pengguna linux, tips berikut akan cukup membantu, diantaranya : amankan modus single user, matikan layanan (service) yang tidak digunakan, aktifkan firewall, aktifkan SELinuk, dan selalu update sistem.
http://www.erdisusanto.com/2013/03/aspek-aspek-keamanan-komputer-menurut.html
http://adaapamey.blogspot.com/2009/07/sistem-keamanan-komputer.html
http://www.ekurniawan.net/it-articles/security/146-jenis-jenis-serangan-pada-sistem-komputer.html
Sabtu, 14 Maret 2015
SISTEM KEAMANAN KOMPUTER
v PENGERTIAN
Keamanan system komputer
adalah untuk menjamin sumber daya system tidak digunakan /
dimodifikasi,diinterupsi atau diganggu oleh orang yang tidak di otorisasi.
v JENIS JENIS KEAMANAN
SISTEM
1. Keamanan eksternal
Berkaitan dengan
penganmanan fasilitas komputer dari penyusup dan bencana seperrti
kebakaran/kebanjiran.
2. Keamanan
interface pemakai / user interface security
Berkaitan dengan
identifikasi pemakai sebelum pemakai diinjinkan mengakses program dan data yang
disimpan
3.Keamanan Internan
Berkaitan dengan
pengamanan beragam kendali yang dibangun pada perangkat keras dan sistem
operasi yang menjamin operasi yang handal dan tak terkorupsi untuk menjaga
integritas program dan data.
v
MACAM MACAM KEJAHATAN KOMPUTER
1. Illegal Access / Akses Tanpa Ijin ke Sistem
Komputer
Dengan
sengaja dan tanpa hak melakukan akses secara tidak sah terhadap seluruh atau
sebagian sistem komputer, dengan
maksud untuk mendapatkan data komputer atau maksud-maksud tidak baik lainnya,
atau berkaitan dengan sistem komputer yang dihubungkan dengan sistem komputer
lain. Hacking merupakan salah satu dari jenis kejahatan ini yang sangat sering
terjadi.
2. Illegal Contents / Konten
Tidak Sah
Merupakan
kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal
yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau
mengganggu ketertiban umum.
3. Data Forgery / Pemalsuan Data
Merupakan
kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan
sebagai scriptless document melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan
pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi salah ketik
yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku.
4. Spionase Cyber / Mata-mata
Merupakan
kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan
mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer
(computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan
terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data-data pentingnya tersimpan
dalam suatu sistem yang computerized.
5. Data Theft /Mencuri Data
Kegiatan
memperoleh data komputer secara tidak sah, baik untuk digunakan sendiri ataupun
untuk diberikan kepada orang lain. Identity theft merupakan salah satu dari
jenis kejahatan ini yang sering diikuti dengan kejahatan penipuan (fraud).
Kejahatan ini juga sering diikuti dengan kejahatan data leakage.
6. Misuse of devices / Menyalahgunakan Peralatan
Komputer
Dengan sengaja dan
tanpa hak, memproduksi, menjual, berusaha memperoleh untuk digunakan, diimpor,
diedarkan atau cara lain untuk kepentingan itu, peralatan, termasuk program
komputer, password komputer, kode akses, atau data semacam itu, sehingga
seluruh atau sebagian sistem komputer dapat diakses dengan tujuan digunakan
untuk melakukan akses tidak sah, intersepsi tidak sah, mengganggu data atau
sistem komputer, atau melakukan perbuatan-perbuatan melawan hukum lain.
v
FAKTOR PENYEBAB KEJAHATAN KOMPUTER
Beberapa
faktor yang menyebabkan kejahatan komputer makin marak dilakukan antaralain
adalah:
1. Akses
internet yang tidak terbatas.
2. Kelalaian
pengguna komputer. Hal ini merupakan salah satu penyebab utama kejahatan
komputer
3. Mudah
dilakukan dengan resiko keamanan yang kecil dan tidak diperlukan peralatan yang
super modern. Walaupun kejahatan komputer mudah untuk dilakukan tetapi akan
sangat sulit untuk melacaknya, sehingga ini mendorong para pelaku kejahatan
untuk terus melakukan hal ini.
4. Para
pelaku merupakan orang yang pada umumnya cerdas, mempunyai rasa ingin tahu yang
besar, dan fanatik akan teknologi komputer. Pengetahuan pelaku kejahatan
computer tentang cara kerja sebuah computer jauh diatas operator komputer.
5. Sistem
keamanan jaringan yang lemah.
6. Kurangnya
perhatian masyarakat. Masyarakat dan penegak hukum saat ini masih memberi
perhatian yang sangat besar terhadap kejahatan konvesional. Pada kenyataannya
para pelaku kejahatan komputer masih terus melakukan aksi kejahatannya.
7. Belum adanya
undang-undang atau hukum yang mengatur tentang kejahatan komputer.
v KARAKTERISTIK PENYUSUP
- The Curios (Si ingin Tahu) -
tipe penyusup ini pada dasarnya tertarik menemukan jenis sistem dan data
yang anda miliki
- The Malicious (Si
perusak)- tipe penyusup ini berusaha untuk merusak atau merubah sistem dan
web page anda
- The High-Profile Intruder (Si
Profil tinggi) - tipe penyusup ini berusaha menggunakan sistem anda untuk
memperoleh popularitas dan ketenaran. Dia mungkin menggunakan sistem
profil tinggi anda untuk mengiklankan kemampuannya.
- The Competition (Si Pesaing) -
tipe penyusup ini tertarik pada data yang anda miliki dalam sistem anda.
Ia beranggapan bahwa data anda memiliki sesuatu yang dapat
menguntungkannya secara keuangan atau sebaliknya
SUMBER
SISTEM KEAMANAN KOMPUTER
v PENGERTIAN
Keamanan
system komputer adalah untuk menjamin sumber daya system tidak digunakan /
dimodifikasi,diinterupsi atau diganggu oleh orang yang tidak di otorisasi.
v JENIS JENIS KEAMANAN SISTEM
1. Keamanan eksternal
Berkaitan dengan pengamanan fasilitas komputer dari penyusup dan bencana seperti kebakaran/kebanjiran.
2. Keamanan interface pemakai
Berkaitan dengan identifikasi pemakai sebelum pemakai
diinjinkan mengakses program dan data yang disimpan
3.Keamanan Internal
Berkaitan dengan pengamanan beragam kendali yang dibangun pada perangkat keras dan sistem operasi yang menjamin operasi yang handal dan tak terkorupsi
v
MACAM MACAM KEJAHATAN KOMPUTER
1.
Illegal Access / Akses Tanpa Ijin ke Sistem Komputer
Dengan sengaja dan tanpa hak melakukan
akses secara tidak sah terhadap seluruh atau sebagian sistem komputer, dengan maksud untuk
mendapatkan data komputer atau maksud-maksud tidak baik lainnya, atau berkaitan
dengan sistem komputer yang dihubungkan dengan sistem komputer lain. Hacking
merupakan salah satu dari jenis kejahatan ini yang sangat sering terjadi.
2.
Illegal Contents / Konten Tidak
Sah
Merupakan kejahatan dengan memasukkan data
atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis,
dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.
3.
Data Forgery / Pemalsuan Data
Merupakan kejahatan dengan memalsukan data
pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui
internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce
dengan membuat seolah-olah terjadi salah ketik yang pada akhirnya akan
menguntungkan pelaku.
4.
Spionase Cyber / Mata-mata
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan
jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain,
dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak
sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen
ataupun data-data pentingnya tersimpan dalam suatu sistem yang computerized.
5.
Data Theft /Mencuri Data
Kegiatan memperoleh data komputer secara
tidak sah, baik untuk digunakan sendiri ataupun untuk diberikan kepada orang
lain. Identity theft merupakan salah satu dari jenis kejahatan ini yang sering
diikuti dengan kejahatan penipuan (fraud). Kejahatan ini juga sering diikuti
dengan kejahatan data leakage.
6.
Misuse of devices / Menyalahgunakan Peralatan Komputer
Dengan sengaja dan tanpa hak, memproduksi, menjual,
berusaha memperoleh untuk digunakan, diimpor, diedarkan atau cara lain untuk
kepentingan itu, peralatan, termasuk program komputer, password komputer, kode
akses, atau data semacam itu, sehingga seluruh atau sebagian sistem komputer
dapat diakses dengan tujuan digunakan untuk melakukan akses tidak sah,
intersepsi tidak sah, mengganggu data atau sistem komputer, atau melakukan
perbuatan-perbuatan melawan hukum lain.
v
FAKTOR PENYEBAB KEJAHATAN KOMPUTER
Beberapa faktor yang menyebabkan kejahatan
komputer makin marak dilakukan antaralain adalah:
1. Akses internet yang tidak terbatas.
2. Kelalaian pengguna komputer. Hal ini
merupakan salah satu penyebab utama kejahatan komputer
3. Mudah dilakukan dengan resiko keamanan
yang kecil dan tidak diperlukan peralatan yang super modern. Walaupun kejahatan
komputer mudah untuk dilakukan tetapi akan sangat sulit untuk melacaknya,
sehingga ini mendorong para pelaku kejahatan untuk terus melakukan hal ini.
4. Para pelaku merupakan orang yang pada
umumnya cerdas, mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan fanatik akan
teknologi komputer. Pengetahuan pelaku kejahatan computer tentang cara kerja
sebuah computer jauh diatas operator komputer.
5. Sistem keamanan jaringan yang lemah.
6. Kurangnya perhatian masyarakat.
Masyarakat dan penegak hukum saat ini masih memberi perhatian yang sangat besar
terhadap kejahatan konvesional. Pada kenyataannya para pelaku kejahatan
komputer masih terus melakukan aksi kejahatannya.
7. Belum adanya undang-undang atau hukum yang mengatur
tentang kejahatan komputer.
v KARAKTERISTIK PENYUSUP
- The
Curios (Si ingin Tahu) - tipe penyusup ini pada dasarnya tertarik
menemukan jenis sistem dan data yang anda miliki
- The Malicious (Si
perusak)- tipe penyusup ini berusaha untuk merusak atau merubah sistem dan
web page anda
- The
High-Profile Intruder (Si Profil tinggi) - tipe penyusup ini berusaha
menggunakan sistem anda untuk memperoleh popularitas dan ketenaran. Dia
mungkin menggunakan sistem profil tinggi anda untuk mengiklankan
kemampuannya.
- The
Competition (Si Pesaing) - tipe penyusup ini tertarik pada data yang anda
miliki dalam sistem anda. Ia beranggapan bahwa data anda memiliki sesuatu
yang dapat menguntungkannya secara keuangan atau sebaliknya
SUMBER
Sabtu, 07 Maret 2015
CONTOH KASUS KEAMANAN SISTEM KOMPUTER
CONTOH KASUS
TENTANG SISTEM KEAMANAN KOMPUTER
v Hacking
pada Sicial media
Keamanan
komputer adalah suatu perlindungan yang diusahakan oleh suatu system informasi
dalam rangka mencapai sasaran hasil yang bisa diterapkan atau cara untuk
memelihara integritas, kerahasiaan dan tersedianya informasi. Tetapi pada saat
ini sistem komputer yang terpasang makin mudah diakses. Sistem time sharing dan
akses jarak jauh menyebabkan kelemahan komunikasi data menjadi pokok masalah
keamanan. Kelemahan ini menjadi amat serius dengan meningkatknya perkembangan
jaringan komputer. Saat ini, implementasi pengamanan sangat penting untuk
menjamin sistem tidak diinterupsi dan diganggu. Proteksi dan pengaman terhadap
perangkat keras dan sistem operasi sama pentingnya.
Contohnya
yaitu Hacking pada social media seperti facebook,twitter,dll. Ini terjadi
akbiat si pemgguna memasukkan password dengan huruf saja atau dengan angka saja
untuk memudahkan kita mengingan password tersebut. Ketika kita sedang mambuat account
social media atau email atau apasaja yang membutuhkan login password biasanya
tertara bahwa kombinasi dari password tersbut adalah huruf dan angka atau
digabungkan dengan tanda lain. Si hacker ini biasanya menyerang password
pengguna yang menggunakan huruf saja atau angka saja. Jangankan hacker orang
awam pun bisa melakukannya yaitu dengan cara mengganti password seseorang. . Misalnya Percobaan yang dilakukan adalah terdapat
file berisi nama depan, nama kecil, nama jalan, nama kota dari kamus ukuran
sedang disertai dengan pengejaan dibalik, nomor plat mobil yang valid dan string-string
pendek karakter acak. Isian di file dicocokkan dengan file password. Hasil percobaan
menunjukkan lebih dar cocok dengan password digunakan pemakai di file password.
Cara
pencegahannya antara lain Menambahkan string pendek ke string password yang
diberikan pemakai sehingga mencapai panjang password tertentu, Pemakai harus
mengganti password secara teratur. Upaya ini untuk membatasi peluang password
telah diketehaui atau dicoba-coba pemakai lain. Setiap kali pemakai login,
pemakai menggunakan password berikutnya yang terdapat di daftar password,
pemakai direpotkan keharusan menjaga agar buku passwrod-nya jangan sampai
dicuri. Variasi terhadap password adalah mengharuskan pemakai memberii satu
daftar pertanyaan panjang dan jawabannya. Pertanyaan-pertanyaan dan jawabannya
dipilih pemakai sehingga pemakai mudah mengingatnya dan tak perlu menuliskan di
kertas. Pada saat login, komputer memilih salah satu dari pertanayaan-pertanyaan
secara acak, menanyakan ke pemakai dan memeriksa jawaban yang diberikan.
Contoh kasusnya Misalnya si A memiliki account facebook, Ketika dia ingin membuka account tersebut ternyata passwordnya salah lalu si A mencoba terus tapi tetap saja tidak bisa,si A beranggapan bahwa account facebook yang dia punya telah di hack oleh seseorang dengan cara mengganti password dari account yang dia punya. Ketika si Hacker sedang menggunakan account milik si A dang mengutak atik facebook si A yaitu merubah photo profil,memasukkan update yang tidak jelas dan berkomunikasi dengan Teman teman si A yang sedang online dengan kata kata yang tidak wajar. Kejadian ini sangat merugikan si pengguna tersebut karena kebanyakan hacker tidak merubah nama dari si pengguna tersebut.
Contoh kasusnya Misalnya si A memiliki account facebook, Ketika dia ingin membuka account tersebut ternyata passwordnya salah lalu si A mencoba terus tapi tetap saja tidak bisa,si A beranggapan bahwa account facebook yang dia punya telah di hack oleh seseorang dengan cara mengganti password dari account yang dia punya. Ketika si Hacker sedang menggunakan account milik si A dang mengutak atik facebook si A yaitu merubah photo profil,memasukkan update yang tidak jelas dan berkomunikasi dengan Teman teman si A yang sedang online dengan kata kata yang tidak wajar. Kejadian ini sangat merugikan si pengguna tersebut karena kebanyakan hacker tidak merubah nama dari si pengguna tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)




